06 November 2009

!@#$%^&&



Feéls as if my face are breakin into pieces (in real, feels like parts of this face is tearing).huhu

and to make it much of a pain..

now even this heart n mind need to take a step back b4 deciding.


between the paths that lay in front,


the left or the right..the rear of the front..



juz like the road not taken poem, writtem by robert frost..


but now not the path that lies that i need to choose to walk..


its much of a complex scheme..


to take it by the hand.. means to let it burn from the eerie of the fire..


to throw it out far from reach.. means to let the whole village bleeds..


shud i chose to let this hand ruin.. or to let the whole world collapse..


..
..
ive decided back then, to let this hard burnt...

yet now, it wonder.. does it really benifits the world, to not let it burnt..


sekerdil pohon..

kicauan burung di pagi hari..
membuka jendela hidupku ini..
apakah kan ia tumbuh hari in
atau memang tiada lagi ruang buat ia di dunia ini..
wahai si pohon kecil,
teruskan langkahmu terusi litupan tanah. di kiri, kanan dan di sekelilingmu..
biarkan mereka, jika tiada yang menghargai kehadiranmu..
ketahuilah, dunan yang bakal raut dari pohon rimbamu itu..
itulah yang mengizinkan mereka untuk bernafas kini..
dirimu memang kecil jika dibandingkan dengan mereka..
namun, bagi dunia engkaulah segala2nya..
dan engkaulah ciptaan istimewa dari Yang Maha Esa

mencari..


ku mencari.. satu cahaya...
di dalam kegelapan malam..
tiada yang mampu.. mengiring langkah diri..
ke jalan yang hakiki..
jalan menuju Ilahi...

O tuhan...
hati ini rindu...
rindu pada kasihMu..

O tuhan..
dalam renungan..
ku mencari ketenangan jiwa..
tiada yang dapat ku lihat...
tiada yang dapat ku gapai..
hanya resah yang mencalar..

tuhanku.. dari titian satu..
kasihMu itu.. hanya diinginkan kalbu..
sinarkanlah cahya Mu 
cerahkan jalan buat diriku..
agar dapat ku gagahkan diri..
meniti onak dan duri

obor yang pernah terbakar..
kian hilang di telan nun masa..
tautan pohon nun rimba..
kini tinggal sedakap pujangga..

inginku lihat...
inginku renung..
namun ku sedar.. tidakkan mampu..
kerna diri ini.. hanya sekerdil debu..
tidak layak langkah.. 
menjalani Firdaus milikMu..

terasa kini sendiri..
tidakkan mampu tertahan lagi...
kapan bila kan ia begini..
kembalikan diri ku pada Mu..

rindu yang semakin cambah..
kian menyingsing jiwa..
izinkan diri ni bertemu dengan satu cinta..
cinta yang ikhlas.. hanya padaMu Yang Esa..
kembalikan diri ini..
dalam redha Mu Ilahi..
Rabbul Alamin..

05 November 2009

nahaul itah id alak ajnes..


Parable like a hard, barren rock, on which is a little soil; on it falls heavy rain, which leaves it (just) a bare stone.

separodas..

Inmersos en retiro de meditación es lo que me gusta mucho
la compostura lentamente buscando,
por qué me vacío puede estar equivocado,
tal vez podría perderse y tal vez más ..
Oh mi Dios, me siento solo quiero llorar,
lo siento por mí mismo,
¿por qué me pasó a mí esta vez interminables inquieto regreso a tu luz,
que se había quemado
Yo quería llorar, lo siento por mí mismo,
¿por qué me pasó a mí tan nervioso cuando me interminable
regreso a la luz que había encendido Mi oh Dios ..
Yo me siento yo me siento a preocuparse cuando
no hay ninguna manera quiero ser
limitado por en mi vido de luz brillante


04 November 2009

kaki melangkah membawa diri..
satu coretan.. satu suratan..
mungkin ini bukan yang dirancang..
boleh jadi ia telah tertulis dalam lauh mahfuz..
kan tetapi, setiap keputusan yang diambil tetap akan disoal..
kerna sejauh mana diri berusaha mohon padaNya..
agar tiap langkah,
tiap atur bicara itu hadir dengan izinNya..
ditakdirkan bertemu dengan saudara yang dikasihi..
bukan kerna terpaksa.. namun kerna kasih bertamu..
bantulah saudaraku dalam setiap detik masaMu..
teguhkan dirinya, dalam mengejar kasih rahmat darMu..
ku iringkan ia dalam lindunganMu ya rabb..